Setiap orang pasti ingin dikasihi, akan tetapi untuk mengaishi mungkin terasa sulit dan butuh hati yang benar-benar mengerti akan arti kasih itu sendiri. Manusia setelah jatuh kedalam dosa senantiasa melakukan segala sesuatu dengan motivasi yang salah dan hanya untuk menyenangkan kedagingannya sendiri, bukan menyenangkan hati Tuhan dan sesama. intinya manusia melakukan sesuatu dengan ada apanya, bukan berdasarkan kasih Bapa yang ada dalam dirinya. Motivasinya dalam melakukan sesuatu pasti berdasarkan sesuatu yang ia inginkan. Kesadaran manusia untuk mengasihi orang lain, tergantung kepada seberapa besar kasih Bapa yang telah ia terima dan rasakan dalam hidupnya.
Seperti Bapa sayang kepada anaknya demikianlah Tuhan mengasihi orang yang takut akan Dia. Kaish Bapa kepada kita tak ada batasnya, tak mengenal status dan keberadaan kita. Ia mengasihi kita, menerima kita apa adanya, walaupun kita orang berdosa, dan justru karena kita orang yang berdosalah maka Ia rela mengorbankan Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus untuk menebus segala dosa kita agar kita tidak binasa, tetapi beroleh hidup yang kekal ( Yoh 3:16). Bapa rindu kita sebagai anak-anak-Nya selalu berkomunikasi dan berhubungan intim dengan-Nya setiap waktu, setiap saat dimanapun kita berada.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar